Sabtu, 27 Oktober 2012

Potensi Pengembangan Ecotourism


Narasumber :
Drs. H. Arifin Ardiwinata, MM


Potensi pengembangan ecotourism, dalam pengembangan potensi ekonomi dan budaya lokal, merupakan judul materi yang disampaikan Drs. H. Arifin Ardiwinata, MM dalam forum nasional, yaitu pada pelaksanaan Konferensi Nasional Olahraga Rekreasi dan Rapat Kerja (Rakernas) Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) 2012 di Jakarta tanggal 3 – 5 Oktober 2011 di Grand Sahid Hotel, Jakarta.

Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan keberadaan potensi budaya lokal sebagai penguat ekowisata. Ekowisata yang dimaksud adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Dengan kata lain bahwa Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan, yang di dalamnya memiliki nilai lebih, yaitu kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh karena :
•      Adanya kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploitatif terhadap sumber daya alam;
•      Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat;
•      Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat;
•      Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi ('economical benefit') dari lingkungan yang lestari.

Arifin Ardiwiyata berpendapat bahwa kehadiran wisatawan (khususnya ekowisatawan) ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluang bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif  seperti  menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidup penduduk lokal.

Budaya lokal menerut Arifin Ardiwiyata adalah  budaya yang dianut oleh suatu suku bangsa, misalnya Budaya Sunda (budaya lokal) adalah budaya yang dianut oleh Suku Sunda, hal ini bisa ditentukan oleh minimal bahasa yang digunakan,  tetapi juga termasuk segala bentuk, dan cara-cara berperilaku, bertindak, serta pola pikiran yang berada jauh dibelakang apa yang tampak tersebut.  Termasuk permainan rakyat = olahraga tradisional yang dimilikinya.

Dalam menjelaskan budaya lokal, beliau coba mengutip pendapat dari Koentjaraningrat yang memandang budaya lokal terkait dengan istilah suku bangsa, dimana menurutnya, suku bangsa sendiri adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan ’kesatuan kebudayaan’. Dalam hal ini unsur bahasa adalah ciri khasnya. Kebudayaan suku bangsa adalah sama dengan budaya lokal atau budaya daerah. Sedangkan kebudayaan umum lokal adalah tergantung pada aspek ruang, biasanya ini dapat dianalisis pada ruang perkotaan dimana hadir berbagai budaya lokal atau daerah yang dibawa oleh setiap pendatang, namun ada budaya dominan yang berkembang yaitu misalnya budaya lokal yang ada dikota atau tempat tersebut. Sedangkan kebudayaan nasional adalah akumulasi dari budaya-budaya daerah. Untuk budaya lokal yang selalu digelar pada acara tertentu sebagai potensi daerah adalah berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Arifin Ardiwiyata, menyampaikan ada 10 jenis cabang olahraga tradisional yang hampir di semua daerah di Wilayah Indonesia ada telah dibakukan oleh Direktorat Keolahragaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 1992, walaupun dalam sebutan dan beberapa peraturannya yang berbeda, yaitu egrang, gebug bantal, terompah panjang lari balok, tarik tambang, hadang, patok lele, banteng, sumpitan, dan dagongan. Pembakuan secara nasional tersebut terkait dengan nama dan peraturan. Pambakuan ini dimaksudkan agar untuk 10 jenis cabang olahraga tradisional ini dapat diperlombakan,

Langkah awal yang menjadi pertimbangan agar ekowisata ini dapat mencapai target yang diinginkan adalah dengan upaya menempuh langkah sebagai berikut :
•      Penggalian dan pengembangan olahraga  tradisional / permainan rakyat setempat
•      Menyelenggarakan pagelaran secara   berkesinambungan, khususnya pada  acara2 resmi daerah / nasional

     Pada akhir penyampaiannya beliau menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
•      Perlu dilakukan upaya penggalian dan pengembangan  olahraga  tradisional / permainan rakyat
•      Perlu menyelenggarakan pagelaran secara  berkesinambungan, khususnya pada  acara2 resmi daerah / nasional
•      Perlu melakukan promosi / campaign melalui mass media
•      Perlu  ada kebersamaan seluruh pihak dalam memelihara    dan mengembangkan olahraga  tradisional / permainan rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar