Kamis, 24 Juli 2014

Perminan HADANG

Hadang adalah permainan olahraga tradisional yang tidak mempergunakan alat apapun sebagaimana permainan tradisional sebelumnya. Olahraga tradisional hadang dimainkan secara beregu, baik putera maupun puteri. Jumlah anggota regu sebanyak 8 orang, terdiri dari 5 orang sebagai pemain inti dan 3 orang selebihnya sebagai pemain cadangan.  Ada sedikit perbedaan pada permainan olahraga tradisional ini, selain dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Namun yang membedakan dengan permainan olahraga tradisional lainnya adalah pada permainan ini tidak hanya dilakukan sebagai permainan untuk dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus atau peringatan hari jadi Kabupaten atau Kota saja, tetapi juga sering dilakukan sebagai pengisi waktu senggang.

AREA HADANG
Permainan olahraga tradisional hadang ini dapat dibuat di ruangan terbuka (stadion, lapangan terbuka, halaman rumah, lapangan, atau jalan raya bila memungkinkan) maupun tertutup (gedung olahraga, gedung pertemuan). Sebaiknya arena yang akan dipergunakan memiliki permukaan yang datar atau rata. Bentuk area Hadang merupakan area petak persegi panjang lapangan 15 meter dan lebar 9 meter. Kemudian area tersebut dibagi 6 (enam) petak dengan ukran masing-masing 4,5 meter x 5 meter. Pinggir lapangan sebaiknya dibuat jangan dari tali (plastik atau tampar), namun sebaiknya diberi tanda dengan kapur saja. Hal dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk dari salah satu peserta yang terkait tali dan akan mencederai. Garis perminan ditandai dengan garis selebar 5 cm, dan upayakan pembuatan garus tersebut tidak muda luntur atau hilang.

Untuk membedakan regu satu dengan regu lainnya, setiap regu diwajibkan memakai kostum seragam bernonor dada dan punggung dengan ukuran 15 cm x 20 cm, dari angka 1 s.d. 8. Kapten regu diberi tanda khusus pada lengan kanan atas berbentuk pita berwarna melingkar. Lamanya permainan Hadang ini adalah 2 X 15 menit dan diberi waktu istirahat selama 15 menit. Pelatih atau Tim Manajer diperkenankan mengajukan time out. Time out diberikan kepada masing-masing regu 1 (satu) kali, dan masing-masing mendapat jatah 1 (satu) menit. Ketika pelaksanaan time out, jam dimatikan dan dicatat posisi masing-masing pemain. Setelah time out selesai, posisi masing-masing pemain seperti sebelum diberlakukan time out.

Pemenang dalam permainan Hadang ini ditentukan dari besarnya nilai yang diperoleh salat satu regu. Setelah permainan berakhir 2 X 15 menit. Penetapan nilai diambil dari setiap pemain yang berhasil melewati garis depan sampai dengan garis belakang diberi nilai satu, dan pemain yang juga berhasil melewati garis belakang sampai dengan garis depan diberi nilai satu. Apabila, terjadi nilai sama setelah waktu yang ditetapkan 2 X 15 menit, maka diberikan waktu perpanjangan selama 10 menit (2 X 5 menit) tanpa diberi waktu istirahat. Tetapi bila masih sama juga, maka pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian.

Selamat Berolahraga......

Permainan EGRANG

Olahraga tradisional merupakan permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Permainan rakyat yang berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan, karena selain sebagai olahraga hiburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya.

Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Permainan ini dilakukan dan digemari mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, sesuai dengan karakter permainan yang dipakai. Beberapa permainan rakyat yang sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional adalah seperti egrang, terompah panjang, patok  lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, karapan sapi, dan lain-lain.

Olahraga tradisional merupakan salah satu peninggalan budaya nenek moyang yang memiliki kemurnian dan corak tradisi setempat. Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beraneka ragam. Namun seiring dengan semakin lajunya perkembangan teknologi di era globalisasi ini, kekayaan budaya tradisional semakin lama semakin tenggelam. Semuanya mulai tenggelam seiring dengan pengaruh budaya asing, maraknya permainan playstation, game watch, computer game, dsb.

Tenggelamnya budaya permainan tradisional tersebut tentunya merupakan suatu keprihatinan bagi kita semua. Jika generasi saat ini tidak berusaha melestarikan maka lambat laun budaya tradisional akan semakin tenggelam dan suatu saat akan punah, sehingga identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkebudayaan tinggi akan hilang.

Penyebab tenggelamnya budaya tradisional tersebut tentunya terdiri dari berbagai macam, seperti :
Ø  Kurangnya sosialisasi olahraga tradisional kepada masyarakat;
Ø  Tidak adanya minat masyarakat untuk menggali kekayaan tradisional;
Ø  Tidak ada minat melombakan secara berjenjang, berkelnajutan, dan berkesinambungan.

Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.

Permainan egrang dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa dengan tujuan pengisi waktu luang, bermain dan meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku perminan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran  panjang + 2,5 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.

Permainan tradisional egrang ini sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter.

Pemenang dalam permainan tradisional egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir melewati garis finish. Agar dalam pelaksanaan kegiatan permainan ini berjalan baik, maka ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)     Peralatan Peserta
a.      Sepesang bambu dengan ukuran tinggi 2,75 meter dan diameter bawah minimal 2 dim (5 cm), tinggi pijakan kaki adalah 50 cm;
b.      Area Egrang dilapangan rumput atau tanah padat, dengan batasan lintasan yang dibuat dari kapur atau tali raffia, sepanjang 50 meter dan masing-masing lintasan dengan lebar 1,5 meter

2)     Peralatan Wasit/Juri
a.      Dua buah bendera untuk masing-masing juri lintasan dengan warna merah dan hijau;
b.      Stopwatch;
c.      Peluit;
d.      Scorepad

3)     Peraturan Permainan
a.      Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain putra;
b.    Peserta harus menggunakan seragam team masing – masing Kabupaten/Kota dengan nomor punggung 1 s/d 3;
c.      Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan bahan dari bamboo dengan ukuran ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo minimal 2 dim (tidak boleh kurang);
d.      Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik);
e.      Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing;
f.       Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah total jarak tempuh untuk masing-masing regu adalah sepanjang 150 m;
g.      Sebelum pergantian pemain, pemain dan Egrangnya harus seluruhnya melewati garis;
h.      Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena lomba;
i.       Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis finish;
j.       Dinyatakan diskualifikasi jika:
-      Egrang menyentuh garis lintasan;
-      jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh);
-      Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan;
-      Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.
  

4)     Peran dan tanggung Jawab Wasit/Juri dan petugas Permainan Egrang
a.        Wasit
1.        Memberikan arahan terkait dengan bentuk aktivitas yang tidak diperkenankan dilakukan oleh semua peserta kepada semua ketua regu sebelum permainan dimulai;
2.        Mengontrol kesiapan juri garis dan petugas pencatat waktu (petugas stopwatch);
3.     Memberikan aba-aba kesiapan dan dimulainya permainan ini, dengan memberikan tanda peluit (aba-aba : bersedia, siap, priiiit);
4.        Menghentikan permainan, bila ada yang mencuri start.
b.        Juri
1.        Wajib membawa bendera merah dan hijau;
2.        Memberikan tanda kesiapan peserta, dengan mengangkat bendera hijau;
3.   Memberikan tanda pelanggaran peserta, dengan mengangkat bendera merah (mengikuti peserta dari arah belakang);

Rabu, 29 Januari 2014

PSBS Sukses Menggelar Lomba Senam Jula Juli Usia Sekolah Dasar Se Surabaya dan Surabaya Aerobic Competition Se Jawa Timur Tahun 2013

Penulis :
Ir. BIasworo Adisuyanto Aka, MM

Perhimpunan Sidotopo Bugar
Surabaya
Perhimpunan Sidotopo Bugar Surabaya (PSBS) berhasil menggelar Lomba Senam Jula Juli Usia Sekolah Dasar Se Surabaya dan Surabaya Aerobic Competition se Jawa Timur tahun 2013 di City of Tomorrow Jl. Achmad Yani No. 288 Surbaya. Lembaga yang lebih dikenal dengan nama singkat PSBS dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 85 tahun 2013 mencoba menggelar jenis olahraga senam baru, yaitu Senam Jula Juli oleh Dinas Kepemudaan dan Kelahragaan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini digelar mulai tanggal 21 – 22 Desember 2013, dan dikegiatan lomba ini dibuka pada tanggal 21 Desember 2013 oleh Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Rekreasi Dispora Provinsi Jawa Timur di Atrium City of Tomorrow (CITO). Dari 36 regu yang mendaftarkan diri ke panitia, 5 regu diantaranya tidak diperkenankan tampil karena mewakili regu dari Warga RW IV Kel. Sidotopo, sedangkan Warga RW IV Kel. Sidotopo adalah bagian yang tidak terpisah dari PSBS. Karena rata-rata pengurus PSBS adalah dari Warga RW IV Kel. Sidotopo. Sedangkan satu regu lainnya tidak hadir, karena harus mengikuti kegiatan lainnya mewakili sekolahnya. Jadi jumlah keseluruhan yang mengikuti perlombaan ini adalah sebanyak 30 regu.

Senam Jula Juli
PSBS adalah penyelenggara yang pertama Lomba Senam Jula Juli yang diciptakan Dispora Provinsi Jawa Timur. Belum ada lembaga atau instansi Pemerintah yang menyelenggarakan Senam Jula Juli ini dalam bentuk lomba. Bahkan PSBS memberanikan diri jenis Senam Jula Juli ini diberikan kepada anak usia Sekolah Dasar. Tentunya, membutuhkan konsentrasi yang lebih dalam mensosialisasikannya dibandingkan kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang selama ini sudah terbiasa melakukan kegiatan senam.


Aktivitas Rutin PSBS Senam Bersama Setiap Hari Minggu Pagi
Aktivitas Lomba & Kegiatan yang dilakukan PSBS
PSBS mengikuti pelaksanan Peringatan HAORNAS XXX Jawa Timur 2013
dan pelaksanaan Hari Ibu Tahun 2012


Perhimpunan Sidotopo Bugar (PSB) Surabaya merupakan sebuah lembaga berhimpun pencinta kegiatan olahraga yang menyadari arti pentingnya berkativitas fisik tersebut  untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani. Organisasi yang berdomisili di Sidotopo Surabaya ini dibentuk sejak tahun 2010 dan mempunyai agenda rutin pelaksanaan senam bersama setiap hari minggu di Jl. Sidotopo Gg. 2 Surabaya. Tidak hanya kegiatan senam bersama yang menjadi ageda lembaga ini, tetapi beberapa bentuk kegiatan lain yang selalu dilaksanakan oleh PSB Surabaya ini adalah berupa :
1.      Menggerakan Warga Sidotopo dan sekitarnya untuk melakukan aktivitas kegiatan rutin pembelajaran senam paket di Balai RW IV Kel. Sidotopo Surabaya, seperti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), Senam Ayo Bersatu Indonesia (SABI). Mulai dari anak usia sekolah dasar sampai dengan Ibu-ibu PKK dan Lanjut Usia (Lansia);
2.      Mengikuti berbagai kegiatan olahraga rekreasi yang dilaksanakan baik oleh Dispora Kota Surabaya maupun Dispora Provinsi Jawa Timur, seperti :
1)    Invitasi Olahraga Tradisional se Surabaya Tahun 2011, Tahun 2012, dan Tahun 2013 di Lapangan Flores Surabaya, yang dilaksanakan oleh Dispora Kota Surabaya;
2)    Membina dan mengirimkan remaja putri mengikuti “Lomba Senam Ngapoteh se Jawa Timur Tahun 2011 di Royal Plaza Surabaya, yang dilaksanakan oleh Dispora Provinsi Jawa Timur;
3)    Membina dan mengirimkan anak usia sekolah dasar mengikuti “Lomba Senam Kinestetika se Jawa Timur Tahun 2012, yang dilasanakan oleh Dispora Provinsi Jawa Timur, berhasil merebut sebagai juara harapan I.
3.      Menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu setiap tahun.
1)      Mengadakan Jalan Sehat Warga Sidotopo dan Sekitarnya, selalu diikuti  peserta dengan jumlah lebih dari 2.500.000 orang;
2)      Mengadakan “Lomba Menggambar dan Mewarnai” usia PAUD dan Taman Kanak Kanak se Kecamatan Semampir Surabaya;
3)      Mengadakan Bazar Rakyat dan UKM di Wilayah Sidotopo Surabaya.

Dalam rangka mewujudkan rasa kebersamaan dan selalu mengedepankan emansipasi kaum wanita, pada peringatan Hari Ibu ke 85 tahun 2013 Perhimpunan Sidotopo Bugar Surabaya berupaya tetap melaksanakan dan mewujudkan beragam aktivitas kegiatan yang terus digulirkan, utamanya pada tahun ini adalah melaksanakan kegiatan pokok yaitu “Lomba Senam Jula Juli Usia Sekolah Dasar se Surabaya 2013”, namun sebagai penguat terlaksananya kegiatan dimaksud, juga melaksanakan kegiatan “Surabaya Aerobic Competition se Jawa Timur 2013”. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan dan selalu mengedepankan emansipasi wanita, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai upaya meningkatkan gerakan panji olahraga, yaitu “mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga” serta menciptakan budaya berolahraga dalam iklim yang sehat, khususnya dilingkungan pelajar sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, siswi sekolah dasar diharapkan mempunyai peranan penting di dalam memberikan andil terhadap pembaharuan nilai – nilai di masyarakat. Dengan adanya kesadaran dan pengertian ini, siswi sekolah dasar akan terdorong untuk melakukan kegiatan olahraga secara teratur.

Pengurus PSBS secara keseluruhan adalah Warga RW IV Sidotopo, bergabung secara sosial ingin mengedepankan kegiatan olahraga. Dengan olahraga masyarakat akan sehat dan bugar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama yang dilaksanakan di luar Wilayah Sidotopo Surabaya. Setiap tahunnya, PSBS dan Pengurus RW IV Kel. Sidotopo juga melaksanakan peringatan Hari Ibu, tetapi tempat pelaksanaannya selalu di Wilayah Sidotopo. Baru kali ini, PSBS memberanikan diri melaksanakan kegiatan di area Plaza. Dukungan luar biasa juga diberikan oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur. Semangat inilah yang menjadikan Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK RW IV Sidotopo yang tergabung dalam PSBS berani melaksanakan Lomba Senam Jula Juli Usia Sekolah Dasar se Surabaya tahun 2013.

Ibu-ibu Tim Penggerak PKK RW IV Sidotopo Surabaya yang tergabung dalam
Kepengurusan PSBS

Pelaksanaan Lomba Senam Jula Juli Usia SD se Surabaya 2013
Dampak positif pelaksanaan Lomba Senam Jula Juli ini diberikan kepada anak usia sekolah dasar adalah  gelora berolahraga pada pelajar sekolah dasar akan tercipta dan tumbuh dengan baik. Sehingga akan melahirkan budaya berolahraga pada kalangan pelajar sekolah dasar dan akan menggelorakan iklim yang memungkinkan terciptanya bibit-bibit unggul olahragawan.

Memperhatikan animo dan keinginan kuat pelajar sekolah dasar Kota Surabaya yang sangat besar terhadap perlunya dilaksanakannya aktivitas olahraga, maka  dalam rangka memperingtati Hari Ibu ke 85 tanggal 22 Desember 2013 ini Senam Jula Juli Dispora Jawa Timur menjadi pilihan. Mengingat bahwa Senam Jula Juli Dispora Jawa Timur ini mengandung unsur budaya asli Jawa Timur dan memiliki gerak dinamis dari unsur  gerak senam dan beladiri.

Acara Pembukaan Dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Olahaga Rekreasi Dispora Jawa Timur, Drs. Abd. Haris Ramadhan, MM dan Dispora Kota Surabaya, Ir. Yudha Satria.
Lomba senam Jula Juli usia Sekolah Dasar tahun 2013 dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur, yang dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Rekreasi, Drs. Abd. Haris Ramadhan, MM dan Kepala Bidang Olahraga Rekreasi Dispora Kota Surabaya, Ir. Yudha Satria mewaili Ibu Walikota Surabaya yang tidak dapat hadir karena ada tugas kedinasan di Jakarta. Acara berlangsung meriah, setelah dibuka oleh Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Dispora Provinsi Jawa Timur, seluruh regu peserta melakuan senam jula juli bersama dan disaksikan seluruh undangan dan pengunjung City of Tomorrow (CITO) Surabaya.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, hari pertama dipergunakan sebagai ajang babak kualifikasi/penyisihan dari ke tigapuluh enam regu peserta dan diambil 10 terbaik untuk maju kebabak berikutnya, yaitu babak final pada hari kedua taggal 22 Desember 2013. Panitia tidak tanggung-tanggung memberikan kepercayaan dalam halpenilaian kepada Dewan Juri Senam yang berasal dari PMKI (Perhimpunan Masyarakat Kebugaran Indonesia) Jawa Timur. Selain mereka adalah para juri yang mempunyai sertifikasi nasional, ternyata mereka juga sebagai pencipta gerak senam jula juli yang dipercaya Dispora Jawa Timur. Pilihan kepada mereka sebagai juri sudah sangat tepat dan hasilnyapun tidak megecewakan.



Hampir keseluruhan peserta menampilkan rangkaian gerak senam jula juli secara baik, dan hasil babak kualifikasi pengambilan 10 peserta finalis berlangsung sangat baik di hari pertama tanggal 21 Desember 2013. Adapun 10 finalis yang terpilih dan berhak melanjutkan di hari kedua tanggal 22 Desember 2013.

Pelaksanaan Finalis Lomba Senam Jula Juli Usia  SD se Surabaya tahun 2013 juga berlangsung tertib, dimulai tepat pukul 10.00 wib dan berakhir peda pukul 12.30 wib. Kemudian dilanjutkan acara upacara pemberian penghargaan kepada pemenang. Berta acara pemenang dibacakan oleh Ketua Dewan Juri Dra. Kusnanik dengan hasil sebagai berikut :


Dr. Sugeng Riyono
Kepala Dispora Prov, Jawa Timur
Saat pembacaan berita acara pemenang, juga hadir ditengah-tengah para peserta finalis Bapak Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur. Selain beliau hadir sebagai Kepala Dinas juga sekaligus mewakili BUDE KARWO yang pada saat itu tidak dapat hadir. Dalam sambutan penutupan, Bapak Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur menyapaikan terima kasih dan penghargaan kepada Perhimpunan Sidotopo Bugar Surabaya (PSBS) yang telah memberikan fasilitas ruang gerak bagi siswa-sisiwi sekolah dasar dan Madrasyah Ibtidaiah dengan menyelenggarakan kegiatan Lomba Senam Jula Juli se Surabaya secara baik dan sukses. Dengan adanya kegiatan lomba ini, secara otomatis anak usia sekolah dasar akan aktif bergerak. Baik dilingkungan sekolah maupun ketika mereka berada di lingkungan rumah. Senam Jula Juli ini bisa menjadikan pilihan alternatif terbaik dari berbagai jenis senam lainnya yang juga sudah berkembang di masyarakat. Tapi karena kemasan rangkaian gerak mudah dan ringan, maka anak-anak pun akan mampu melakukan gerakan ini dengan baik.
Dr. Sugeng Riyono di dampingi Ketua PSBS
saat memberikan sambutan pada
acara penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Senam
Jula Juli Usia SD se Surabaya 2013

Kegiatan ini sangat membantu tersosialisa sinya gerak senam baru, yaitu senam Jula Juli dikalangan sekolah dasar. Oleh sebab itu, BUDE KARWO sebagai penggagas terciptanya Senam Jula Juli ini merasa gembira dan memberikan dukungan dana kepada PSBS berupa uang pembinaan bagi 10 peserta finalis. TIdak hanya diperuntkan bagi yang memperoleh juara I, II, dan III saja tetapi bagi peserta yang memperoleh predikat sebagai harapan I, II, dan III bahkan bagi mereka yang berada pada raning 7 s/d 10 juga mendapatkan uang pembinaan. Pemberian uang pembinaan BUDE KARWO untuk 10 peserta finalis disambut gembira, tidak hanya peserta tetapi juga pelatih dan seluruh orangtua yang kebetulan mengantar putra-putrinya.

PSBS telah melaksanakan Lomba Senam Jula Juli Usia Sekolah Dasar secara baik dan sukses. Menjadi pengalaman luar biasa bagi seluruh panitia, yang kesemuanya adalah Kolaborasi Warga RW IV Kel. Sidotopo Kecamatan Semampir Surabaya. Kolaborasi Pengurus RW IV Sidotopo, Tim Penggerak PKK RW IV Sidotopo, dan Karang Taruna RW IV Sidotopo. Selain itu, dukungan teman-teman dari KRASS (Komunitas Radio Antar Surabaya dan Sekitarnya) menjadikan pelaksanaan Lomba Senam Jula Juli ini semakin tertata rapi. Sebab mereka bekerja membantu kepanitiaan sejak satu hari sebelumnya di CITO Plaza. Membantu menata peralatan, backdrop, dan berier penyekat batas area. Kerjasama ini menjadikan beban panitia pelaksana lebih ringan. Kelebihan mereka dengan peralatan komunikasinya, semakin memudahkan koordinasi antar panitia. 




SELAMAT & SUKSES
Kepada Pengurus PSBS dan Warga RW IV Sidotopo Surabaya
Sidotopo ....... Sehat dan Bugar